Selasa, 22 November 2011

mari teguh bapak

Engkau yang sedang marah kepada kehidupan, dengarlah ini …

Adikku … bagaimana mungkin engkau akan menemukan kedamaian dengan hati yang kau biarkan gersang dengan kemarahan dan rasa dengki kepada dunia yang kau tuduh tak adil kepadamu?

"Apakah kau kira kemarahanmu itu akan memperbaiki kehidupanmu?"
...
Dunia ini besar sekali dan masih banyak urusan yang belum dijawabnya bagi orang-orang baik yang patuh kepada tuntunan kebaikan dari Tuhannya.

Engkau sendiri masih belum dekat Tuhanmu, engkau jarang sekali berdoa, makan ya langsung makan, tidur ya langsung tidur, berangkat bekerja tanda doa, … tanpa sedikit pun engkau meminta ijin dan kemudahan dari Tuhanmu atau bersyukur kepadaNya.

Bukankah engkau yang melepaskan diri dari perlindungan Tuhan, karena kau kira ada kedamaian di luar kepatuhan kepada yang baik?

Jika engkau menantang dunia untuk kuat-kuatan, antara cara hidupmu yang bebas dari aturan, dengan rasa sabar dunia ini untuk menanti keinsyafanmu, dunia akan menang.

Janganlah engkau menginggalkan dunia ini dalam kemarahan yang akan kau bawa abadi di alam sana.

Sudahlah, patuhlah.

"Kebebasan di luar aturan kebaikan adalah penjara keburukan."

Ketidak-bebasan di dalam aturan kebaikan adalah kebebasan dari keburukan.

Damaikanlah hatimu.

Lembutkanlah suaramu, indahkanlah kata-katamu, dan penuhilah hatimu dengan doa bagi kebaikan ibu dan ayahmu, bagi kekasihmu, bagi anak-anakmu, dan bagi sesamamu.

Jadilah jiwa yang baik, dan damailah dalam kebaikan.

Datang dan bermanja-manjalah kepada Tuhanmu.

Dia merindukan air mata kejujuranmu.

Mario Teguh – Loving you all as always
Lihat Selengkapnya

mario teguh part 3

Adik-adikku yang baik hatinya, katakanlah …

Hidup saja tidak cukup.

Aku harus menjadi pribadi yang damai, kuat, dan berpengaruh.
...
Akulah penentu masa depanku sendiri.

Dan masa depan akan melihatku sebagai pribadi yang penting bagi kebaikan hidup sesamaku.

Masa depan, tunggulah kedatanganku …

Akulah pemimpinmu.

Mario Teguh – Definitely loving you all as always
Lihat Selengkapnya

part 2 mario teguh

Untukmu yang letih, bisikkanlah ini ...

Tuhanku yang amat aku cintai,
lihatlah wajahku yang letih ini ...

... yang telah berupaya menuruti tuntunanMu
untuk bekerja keras dalam kejujuran,
untuk kebaikan hidupku dan kebahagiaan keluargaku,
tapi ...

yang belum dihargai dengan baik oleh sesamaku ...

Aku yang dicari saat aku tak ada,
tapi yang diabaikan saat aku ada,
yang diperintah tanpa mengukur kekuatanku,
yang dimarahi tanpa perduli hatiku pun bisa sakit,
yang disebut namaku hanya dalam kemarahan,
yang dihargai seperti aku lebih murah dari perabot rumah mereka.

Tapi itu semua bukan salahMu.

Ini pasti karena aku belum cukup memampukan diriku.

Besok, aku akan mencoba lebih berani lagi,
berupaya lebih bertenaga lagi,
dan bertahan lebih sabar lagi.

Besok, aku akan memperpanjang setiap menitku
dengan doa dan kerja keras,
akan kuperindah setiap menitku dengan kesyukuran,
dan akan kujadikan setiap menitku bernilai,

karena aku khawatir waktuku akan habis
sebelum aku sepenuhnya mampu membahagiakan
ibu dan ayahku, kekasih hatiku, anak-anakku,
dan mereka yang kucintai dan yang mencintaiku.

Tuhan ... biarkanlah aku menangis sebentar,
dan jika nanti aku terlelap dalam isakku,
lepaskanlah letih dari ototku,
bersihkanlah pikiranku dari bebannya,
usirlah momok dari hatiku,
dan haluskanlah jalan nafasku.

Tuhan, sayangilah aku, selamatkan dan
sejahterakankah kekasih kecilMu yang letih ini.

Aamiin

mario teguh

Wahai penggal waktu nan indah,
yang dinamaiNya sebagai Subuh,

Damai rasanya hati kami terbangun dalam keheninganmu,
yang adalah masa transisi antara kedamaian meditasi jiwa kami
... yang bernama 'tidur' itu,
untuk memulai meditasi dalam kesadaran kehidupan yang nyata
yang kami sebut sebagai 'pengendalian hati.'

Sesungguhnya, tidur kami adalah ibadah,
yang melatih kami untuk secara sadar
mengembalikan kehidupan kepada Tuhan, setiap malam,
agar kami menemukan kehidupan esoknya
sebagai hadiah yang kami syukuri.

Sesungguhnya, terbangun dan sadarnya kami
adalah ibadah, yang melatih kami untuk secara sadar
mengisi kehidupan kami dengan nilai,
agar kami menjadi jiwa yang kebaikannya pantas
bagi surga yang tersambung antara dunia dan akhirat.

Tuhan kami Yang Maha Penyayang,

Lembutkanlah hati kami, cerdaskanlah pikiran kami,
sehatkanlah keseluruhan diri kami,
agar utuh upaya kami untuk mengunduh rezekiMu hari ini,
agar utuh kebahagiaan yang bisa kami bangun
bagi keluarga dan sesama.

Rahmatilah upaya kami untuk membangun kehidupan
yang jujur, damai, saling memuliakan, sejahtera,
dan penuh kebahagiaan.

Aamiin

karya motivasi


Mario Teguh
Jika engkau merasa dunia ini hanya penderitaan, yang kejam, dan memedihkan, maka ...

"Setiap jam melukaimu, dan yang terakhir akan mematikanmu."

Tapi jika engkau melihat dunia ini indah, ramah, dan membahagiakan, maka ...

"Setiap jam memanjakanmu, dan yang terakhir akan membebaskanmu."

Dunia, hanya seindah keceriaanmu untuk mensyukuri kehidupan.

Mario Teguh - Loving you all as always